Usai George Floyd Meninggal Dunia, Begini Rentetan Peristiwa di New York

Rosmha Widiyani – detikNews

Jakarta –  George Floyd meninggal pada Senin (25/5/2020) usai mengalami insiden dengan oknum polisi Minneapolis, yang berujung pemecatan salah satu anggotanya Derek Chauvin. Hingga sekarang, Selasa (6/2/2020), telah seminggu berlalu sejak kematian George Floyd.

Kasus George Floyd menjadi penyebab munculnya kerusuhan di New York dan beberapa kota lain di Amerika. Kendati, proses otopsi independen terus berjalan mengungkap kematian pria 46 tahun ini.

Berikut perkembangan terbaru terkait kasus George Floyd

1. Kerusuhan di New York imbas kematian George Floyd

Peserta unjuk rasa yang berbasis di beberapa kota termasuk New York, Dallas, Atlanta, dan Chicago, melakukan protes menuntut keadilan bagi Floyd. Bentrokan keras dengan polisi tak bisa dihindarkan selama akhir pekan pada 30-31 Mei 2020 yang berlangsung hingga sekarang. Akibat bentrokan, toko yang buka berisiko mengalami kerusakan dan ancaman COVID-19.

“Kematian George Floyd dan kekerasan beberapa malam terakhir telah menghancurkan lebih dari sekadar etalase. Perusakan menghancurkan kepercayaan suatu negara yang berjuang dengan kecemasan, frustrasi, dan ketakutan,” kata pimpinan asosiasi ritel Amerika Brian Dodge dikutip dari CNBC.

2. Momen terakhir sebelum George Floyd meninggal

George Floyd sempat berbelanja di toko kelontong Cup Foods sebelum ditangkap polisi. Menurut pemilik toko Mike Abumayyaleh, Floyd adalah pelanggan yang baik dan tidak membuat masalah.

Insiden berawal dari penjaga toko remaja yang mendapati Floyd bertransaksi dengan uang palsu. Penjaga toko kemudian menelpon 911 mengikuti protokol setempat.

3. Autopsi kematian George Floyd

Hasil autopsi independen kematian George Floyd yang dirilis pihak keluarga menunjukkan, polisi-polisi lain ikut bertanggung jawab atas kasus tersebut. Penyebab kematian George Floyd adalah asphyxiation atau sesak napas akibat tekanan di leher.

Dikutip dari CNN pada Selasa (2/6/2020), pemeriksa medis menambahkan adanya tekanan pada punggung dari polisi lain ikut mengganggu pernapasan George Floyd. Polisi tersebut ikut menaruh lutut di punggung Floyd hingga akhirnya meninggal.

4. Presiden Trump diminta diam terkait George Floyd

Kepala Polisi Houston Amerika Serikat (AS) Art Acevedo meminta Presiden AS Donald Trump lebih baik diam terkait kasus George Floyd. Diam lebih baik daripada berkomentar namun justru memperburuk situasi.

“Izinkan saya mengatakan ini kepada Presiden Amerika Serikat, atas nama kepala polisi negara ini: tolong, jika Anda tidak bisa mengatakan sesuatu yang sifatnya konstruktif, tutup mulut saja,” kata Art Acevedo kepada presenter CNN Christiane Amanpour.

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *